Featured

The beginning of our story

Image

Have you ever love more than just one person at a time? Disya used to hate that kind of person. Two-timing bastard, cheating bitch.. She hates them until she became one of them… because of him.

Disya still remember that one afternoon. Two guy in a motorcycle. Bolak balik bolak balik. She just got home, it was a hectic day, she didnt even notice this two silly guy, but then she heard a brakes’ sounds. dua cowok gak jelas yang sibuk bolak balik tadi itu hampir nabrak tong sampah depan kosan. Pas nengok,Disya melihat pose yang sangat lucu dari dua cowok gak jelas ini. disya sebenarnya termasuk orang yang cuek. Dalam kondisi normal, dia gak akan terlalu memperdulikan insiden dua cowok nabrak tong sampah ini, tapi ga tau kenapa hari itu Disya malah tertawa geli, ngakak sampe akhirnya berjalan mendekati mereka dan membantu mereka.

Singkat cerita, mereka kenalan.

Nanda dan Fian.

Setelah selesai tertawa geli bertigaan, Disya mempersilahkan mereka untuk mampir dan minum sebentar. entah kenapa, disya merasa seperti sudah mengenal mereka sejak lama. She feels connected. 

Acara minum – minum (air putih, untuk lebih jelasnya) mereka berlangsung sangat akrab. Suasana antar mereka sangat cair, it feels the know each other for so long. No awkward feeling at all. 

Fian.

Seorang lelaki berkulit putih pucat, kecil dan kurus yang terlihat sangat sederhana. Fian adalah mahasiswa jurusan teknik sipil di universitas yang sama dengan dirinya. Pemalu namun selalu tersenyum. masih jomblo dan nampaknya sedang naksir salah seorang teman kos disya karena setiap disya menanyakan apa yang sedang mereka lakukan bolak balik depan kosnya, muka fian langsung memerah dan Nanda langsung tertawa puas.

Nanda.

sosok yang terlihat jauh berbeda dari fian. Lelaki berperawakan tinggi dengan kulit sawo matang. Nanda sosok yang jauh lebih ceria dan terbuka dibandingkan dengan Fian. Nanda pula yang akhirnya menceritakan kronologis insiden menabrak tong sampah sore itu. Semua karena Fian ingin berkenalan dengan teman kos disya yang bernama karin, seorang mahasiswi jurusan farmasi. Fian sudah lama ingin berkenalan dengan karin, namun ia malu. Hal ini yang membuat nanda tidak sabaran dan langsung menculiknya untuk berkenalan dengan karin. Tapi ketika sampai ditempat, Fian mau turun dan kabur hingga akhirnya motor yang dikendarai nanda oleng dan jatuh menabrak tong sampah.

Semua cerita itu terurai disertai dengan begitu banyak lelucon lelucon dan ejekan dari nanda untuk fian yang membuat disya ikut tertawa terbahak – bahak.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, nanda dan fian pamit pulang. Namun, sebelumnya, Nanda dan fian meminta nomor disya. For the sake of nyomblangin fian sama karin.

yeah..

Thats the beginning of our story. 

Seharusnya cerita ini adalah cerita fian dan karin. Seharusnya disya menjadi pemeran pembantu dalam kisah cinta fian dan karin, bukan membuat cinta baru dan mengkhianati Aldi.

another aeroplane..

“another aeroplane.. another sunny place..

I’m lucky I know, But I wanna go home”

Setiap Disya mendengar lagu ini, disya selalu ingat masa-masa kuliah dulu. Masa-masa ketika Nanda masih ada di kehidupan Disya. Dulu, ketika Nanda sedang pulang ke Jakarta dia pernah mengirimkan pesan sms ke Disya.

“Kangen. Pengen pulang”

yang biasanya dibales dengan

“Kan lagi pulang. Lagi dirumah kan?”

“Im at my house. But not at my home. You are my home”

Dan Disya pun tersenyum.

Nanda..

Entah kamu ada dimana kini. Things are so different now. Kisah kita harus berhenti sebelum sempat benar benar dimulai.

Setelah kejadian Nanda dan Fian menabrak tempat sampah kosan Disya, memang mereka jadi akrab. Terlebih Nanda dan Disya, karena mereka ingin menjadi mak comblang untuk Fian dan Karin. Fian adalah lelaki yang sangat pemalu, tanpa Nanda mungkin dia tidak akan pernah bisa berkenalan dengan Karin. Setelah berkenalan pun, Fian sungkan untuk mengajak Karin keluar untuk sekedar makan siang atau makan malam. Fian harus selalu meminta pertolongan Nanda, dan tentunya nanda akan meminta Disya untuk menemani dia.

“Ayolah Dis, temenin gw. Kan Fian lagi PDKT sama Karin. Trus gw ngapain? Jadi obat nyamuk?” Rayu Nanda agar Disya menemaninya pergi.

“Gw nggak punya duit Nan.. Lagian elo juga sih, Fian kan udah gede. Biarin aja beduaan ngapain lo ikut2 deh.” jawab Disya ketus.

“Dia malu katanya. Lagian kan kasian kalo mereka jadi canggung. Fian kan pendiem, emang enak apa makan diem-dieman.” Ucap Nanda kemudian.

Akhirnya Disya menyetujui untuk menemani Nanda pergi bersama Karin dan Fian dengan iming-iming makan gratis dan antar jemput ke kampus selama sebulan. Antar-jemput satu bulan itulah yang kemudian membuat Disya dan Nanda semakin dekat dan akrab.

We are so happy back then, arent we Nan?

I miss you..

You are my home..

home

To Be Continued.